Belakangan ini banyak pertanyaan dalam diri saya. sebagai seseorang yang jauh dari kata cukup baik dari sisi manapun saya berusaha untuk mencapai titik tersebut. buat apa? ya buat saya sendiri. "Ketenangan Jiwa" itulah sebenarnya yang saya cari. "Bermanfaat bagi orang lain" itu tujuan akhir saya sebelum kematian dan surga.
Alquran mengatakan bahwa saya harus menjadi pribadi yang baik dulu untuk mendapatkan yang baik. sedangkan saya cukup baik pun belum. pantaskah saya berharap mendapatkan yang terbaik?. rahasia seperti inilah yang menjadi salah satu tanda tanya terbesar dalam hidupku.
Siapa yang cuma ingin mendapatkan yang kurang baik, bahkan menerima mendapatkan yang cukup baik pun bagiku adalah keputusan seorang pecundang yang putus asa.
Ya.... saya sadar sebagai seorang yang kata mereka cuma bisa mengongong "NGOMONG" dan tidak bisa membuktikan atau melakukan apa yang saya katakan. ya saya pun sebenarnya tidak yakin apa saya mampu. atau saya temasuk orang munafik?. ya kembali lagi hanya tuhan ku yang berhak menilai.
saya cuma bisa berusaha untuk menjadi lebih baik? halah paling gak konsisten? (memang sih) tapi apa menurut kalian itu salah? apakah Anda Tuhan saya? tapi seperinya tuhan ku pun membaca tulisan saya ini. karena DIA maha mengetahui segalanya.
jutaan nasehat telah saya dengarkan. dan saya berterima kasih untuk itu. saya bisa menjadi lebih baik walau hanya sementara. dan akhirnya kembali lagi. Sekotor Apa Hati ini? mungkin sangat kotor karena banyak sekali saya melanggar janji saya yang terucap sebelum saya dilahirkan ke bumi-NYA ini. perapa juta bahkan miliar kali saya berbohon, saya berkhianat saya memakan yang bukan hak saya. menjadi bertambah susah ketika hawa nafsu menguasai hati. menjaga pandangan, menjaga hati dan pikiran untuk terus berada dijalan-NYA itu yang paling susah.
kata ustad yang menjadi panutan saya saat ini. semua karena dosa yang saya perbuat. bertaubat adalah jalan satu-satunya. keragun taubat saya diterima membuat saya terus kembali ke jalan yang Beliau Murkai. bertaubat harus dari hati. tapi bagaimana kalau hatiku tak merasakan apa-apa ketika saya taubat. harus karena Allah? bertaubat yang seperti apa yang karena Allah itu? yang setelah bertaubat kita akan semakin dekat dengan Allah kata mereka. tapi aku belum bisa merasakan itu. aku harus bagaimana untuk membersihkan hatiku untuk bisa mendapat Rahmatnya?
Entahlah. AKU SEDANG MENCARINYA. (Rif)
Bandung, 23/01/18
Bandung, 23/01/18
Komentar
Posting Komentar